Koleksi tumbler telah menjadi bagian dari gaya hidup kekinian di berbagai kota di Indonesia. Apalagi bagi anak muda yang aktif dan memiliki banyak kegiatan sepanjang hari. Botol tumbler pun sudah menjadi “alat tempur” yang wajib dibawa ke mana-mana.
Banyak anak muda bahkan rela mengeluarkan budget yang tidak sedikit demi memperkaya koleksi tumbler mereka. Ada yang lebih menyukai tumbler dari merek-merek populer, sementara yang lain lebih memilih tumbler dari merek lokal yang bisa dikustomisasi sesuai preferensi gaya.
Lalu, apakah fenomena ini masih termasuk bentuk kesadaran lingkungan, atau sudah bergeser menjadi tren gaya hidup? Selengkapnya, simak pembahasan kami di artikel ini!
Mengapa Tumbler Semakin Populer?
Koleksi tumbler kini menjadi simbol gaya hidup modern. Bukan sekadar tren dari merek-merek populer, tetapi juga bukti meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup ramah lingkungan.
Popularitas tumbler semakin meningkat seiring dengan kesadaran akan pentingnya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Kemudahan akses terhadap berita mengenai kondisi lingkungan saat ini juga berperan besar dalam mendorong kesadaran tersebut, yang kemudian dimanifestasikan dalam kebiasaan menggunakan wadah minum.
Dari Kesadaran Lingkungan ke Simbol Lifestyle
Kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan ternyata juga mendapat respons positif dari berbagai bisnis. Banyak brand mulai menciptakan tumbler dengan berbagai pilihan motif, warna, dan bentuk yang menarik. Tumbler kini bukan hanya sekadar wadah minum, tetapi juga bagian dari fashion statement.
Dari sinilah, kesadaran lingkungan perlahan bergeser menjadi gaya hidup. Banyak orang, termasuk kamu, mungkin lebih memilih tumbler yang lucu dan fashionable. Bukan hanya karena fungsinya, tumbler juga bisa meningkatkan rasa percaya diri di circle tongkrongan.
Nilai Ekonomis dan Dampak pada Kesehatan
Selain ramah lingkungan dan stylish, faktor ekonomis juga ikut mendorong popularitas tumbler. Banyak coffee shop dan restoran menawarkan diskon khusus bagi pelanggan yang membawa tumbler sendiri.
Tren ini tentu menguntungkan, terutama buat kamu yang sering nongkrong di coffee shop. Dengan membawa tumbler, kamu tetap bisa hemat tanpa harus skip rutinitas ngopi.
Buat anak muda dengan mobilitas tinggi di kota-kota besar, tumbler juga jadi solusi yang praktis. Daripada terus membeli air minum kemasan setiap hari, membawa tumbler bisa menghemat pengeluaran dalam jangka panjang.
Dari sisi kesehatan, tren ini juga didukung oleh meningkatnya kesadaran akan bahaya BPA, yaitu bahan kimia di kemasan plastik sekali pakai. Banyak anak muda mulai memilih tumbler berbahan stainless steel atau kaca untuk menghindari risiko paparan zat berbahaya yang bisa berdampak pada kesehatan.
Peran Brand dan Influencer dalam Mempopulerkan Tumbler

Gaya hidup ini semakin populer berkat peran brand dan influencer. Banyak brand besar menjadikan tumbler sebagai bagian dari kampanye sustainability mereka, bahkan bekerja sama dengan desainer atau seniman untuk menciptakan koleksi eksklusif yang menarik perhatian anak muda.
Ambil contoh salah satu brand tumbler populer, Corkcicle. Beberapa waktu lalu, Corkcicle menghadirkan tumbler edisi kolaborasi dengan Joyland Jakarta Festival, sebuah event tahunan lokal di Indonesia. Kolaborasi seperti ini membuat tumbler tidak hanya berfungsi sebagai wadah minum, tetapi juga menjadi simbol gaya hidup dan ekspresi diri.
Selain brand, influencer juga turut mempopulerkan tren ini, terutama mereka yang berfokus pada healthy lifestyle. Banyak influencer yang sering memperlihatkan koleksi tumbler favorit mereka. Lewat konten-konten ini, tumbler bukan hanya dipandang sebagai barang fungsional, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan modern.
Eco-Friendly atau Sekadar Gaya Hidup?
Jadi, fenomena tren koleksi tumbler ini sebenarnya murni gerakan eco-friendly, atau sekadar tren gaya hidup aja?
Banyak orang mulai beralih ke tumbler dengan alasan ingin mengurangi sampah plastik. Namun, di sisi lain, fenomena ini juga berkembang menjadi simbol lifestyle, di mana banyak orang justru berlomba-lomba mengoleksi berbagai jenis tumbler dengan desain yang edgy.
Seberapa Besar Dampak Tumbler dalam Mengurangi Sampah Plastik?

Walaupun belum ada studi khusus hal ini, penggunaan tumbler jelas membantu mengurangi sampah plastik sekali pakai.Ini terutama dari botol air mineral dan gelas kopi yang biasa digunakan di coffee shop.
Akan tetapi, dampak ini juga bergantung pada konsistensi penggunaannya. Jika kamu membeli tumbler hanya karena tren, tetapi sehari-hari tetap menggunakan botol plastik, maka efek positifnya jadi tidak maksimal. Sebaliknya, jika satu tumbler digunakan dalam jangka panjang, maka kontribusinya terhadap pengurangan sampah plastik jelas bisa lebih nyata.
Apakah Koleksi Tumbler Bertentangan dengan Konsep Sustainability?
Tumbler memang lebih ramah lingkungan dibandingkan penggunaan botol plastik sekali pakai. Tapi kalau koleksi tumbler hanya sekadar untuk gengsi atau karena FOMO, maka ini jelas bertentangan dengan konsep sustainability.
Memilih botol tumbler yang fashionable dan trendy memang sah-sah saja, apalagi kalau desainnya bisa bikin kamu lebih semangat membawanya beraktivitas. Tapi yang lebih penting, pastikan untuk memanfaatkannya secara maksimal. Daripada terus membeli tumbler baru hanya karena modelnya viral, lebih baik pilih yang berkualitas tinggi dan awet.
Pilihan Tumbler yang Benar-Benar Ramah Lingkungan
Kalau kamu ingin benar-benar berkontribusi dalam gerakan eco-friendly, memilih tumbler yang berkualitas itu wajib. Bukan cuma soal desain yang keren, tapi pertimbangkan juga bahan tumbler yang ramah lingkungan, tahan lama, dan aman digunakan dalam jangka panjang.
Material dan Desain yang Paling Sustainable
Stainless steel adalah pilihan terbaik karena tidak mudah berkarat, tahan lama, dan tidak mengubah rasa minuman. Selain itu, tumbler berbahan kaca juga bisa jadi alternatif, terutama kalau kamu lebih suka minuman dingin dan ingin minumanmu bebas dari zat tambahan lainnya.
Cara Merawat Tumbler agar Lebih Tahan Lama
Tumbler berkualitas tinggi bisa bertahan bertahun-tahun, asalkan dirawat dengan benar. Berikut beberapa cara supaya tumbler favoritmu tetap awet dan higienis:
- Cuci secara rutin dengan air hangat dan sabun, terutama setelah digunakan untuk minuman manis atau susu. Jangan biarkan minuman mengendap terlalu lama agar tidak meninggalkan bau.
- Gunakan sikat khusus untuk membersihkan bagian dalam tumbler, apalagi kalau desainnya punya mulut kecil atau sedotan bawaan.
- Hindari mencuci dengan air panas berlebihan untuk tumbler berbahan plastik, karena bisa mempercepat kerusakan material.
- Pastikan tumbler benar-benar kering sebelum disimpan, terutama untuk tumbler stainless steel, agar tidak lembap berlebih dan jadi bau.
- Jangan gunakan bahan pembersih keras atau spons kasar, karena bisa merusak lapisan tumbler dan mengurangi daya tahan insulasi.
Masa Depan Tren Tumbler: Akan Bertahan atau Sekadar Hype?
Pilihannya ada di tangan kamu! Setiap orang berhak memiliki pendapat yang berbeda, tapi tetap ingat jika keputusanmu juga akan berdampak, ya. Oleh karena itu pastikan untuk tetap mindful, sekalipun kamu hobi koleksi tumbler.
Tumbler bisa menjadi simbol kesadaran lingkungan sekaligus gaya hidup yang fashionable. Jika hanya FOMO, maka tujuan sustainability jelas mudah sekali bisa hilang. Tapi kalau kamu memilih tumbler dengan bijak, memanfaatkannya secara maksimal, dan merawatnya agar tahan lama, tren ini bisa membawa dampak yang positif.
Jadi, apakah tren tumbler akan bertahan atau hanya sekadar hype? Bagaimana menurut kamu?